(PBS, Jakarta)
Indonesia sebagai negara yang beragama, apalagi mayoritas penduduknya muslim,
pendekatan agama menjadi pilihan yang paling efektif dalam pemberantasan
perilaku sosial yang sudah sangat menggelisahkan masyarakat ini. Bagaimanapun
agama memiliki peran besar dalam upaya pemberantasan korupsi. Islam melalui
al-Quran dan hadisnya sudah secara tegas melarang memakan hak milik orang lain
atau mencari rejeki dengan cara yang tidak halal, termasuk di dalamnya korupsi.
Namun, statistik kasus korupsi ternyata makin meningkat dari waktu ke waktu.
Korupsi menjadi pekerjaan rumah bagi para tokoh agama kedepan. Fakta kasus
korupsi menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang dianggap tokoh agama justru
terlibat korupsi. Kesalehan invidual dengan ritualitasnya yang tampak bagus
belum tentu sinkron dengan kesalehan sosialnya di masyarakat. Karena itu sangat
diharapkan bahwa pendidikan agama harus membangun moralitas publik yang kuat
pada umat, bukan hanya ritualitas individual yang semarak. (ziz)
(sumber:arsip berita icmi pusat)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar