Minggu, 28 Juli 2013

PK KNPI Pesanggrahan Jakarta Selatan


 Muscam Ke-5 PK KNPI Pesanggrahan Jakarta Selatan

Dari dinamika dan perbedaan pendapat serta adu argumentasi yang a lot pada Muscam Ke-5 KNPI Kecamatan Pesanggrahan Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan munculnya tiga kandidat, Uju Zaenudin, Gondo Margono, dan Andri Anas, akhirnya menghasilkan keputusan bersama memilih dan mempercayakan Uju Zaenudin sebagai Ketua Umum KNPI Kecamatan Pesanggrahan Kota Administrasi Jakarta Selatan masa bhakti tahun 2013-2016. Mudah-mudahan dengan terselenggaranya Muscam ini, dapat memotivasi para pemuda yang tergabung di wadah KNPI untuk terus berkarya demi bangsa dan negara. Jadi, kalau ada dinamika dan ada perbedaan pendapat sesuatu hal yang wajar. Asalkan jangan adu fisik, tapi bila sekedar adu argumentasi itu sah-sah saja. Artinya kaderisasi KNPI terus berjalan. Tetapi semua ini, meskipun serba mendadak kami salut kepada PK KNPI Pesanggrahan Jakarta Selatan yang masih bisa eksis menjalankan roda organisasi. Dan nanti materi juklak dan juknisnya diharapkan di kroscek bersama-sama, khawatir ada kesalahan tahun dan tanggal yang cukup krusial karena ini adalah edisi perdana konsolidasi KNPI Kecamatan di tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan yang PK KNPI telah melewati masa bhakti kepengurusannya. Kita semua patut salut dan bangga dengan keberadaan KNPI ditengah-tengah masyarakat dan pemuda, khususnya di Kecamatan Pesanggrahan. Kemarin kita rapat dengan membuat materi yang sesuai juklak dan juknis mengenai pelaksanaan Muscam KNPI Kecamatan dari KNPI Provinsi DKI Jakarta. Dan alhamdulillah kegiatan KNPI di Kecamatan Pesanggrahan Kota Administrasi Jakarta Selatan tetap terus jalan. KNPI adalah wadah “kawah candradimuka” pemimpin muda masa depan dan para politisi muda sebelum menuju ke Partai Politik, ini luar biasa.

Tarawih Keliling


Butuh Dukungan Seluruh Pihak Untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Proses Pembangunan di Jakarta

“Mudah-mudahan semua kegiatan yang berjalan mendapatkan dukungan dari masyarakat , tokoh agama, alim ulama, termasuk juga BKPRMI, Karang Taruna, LMK, RT, RW di wilayah Kota Adm Jakarta Selatan. Mari bersama-sama kita dukung program pemerintah ini, sehingga lancar dan juga dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas proses dan hasilnya,” ujar Drs. H. Syamsudin Noor, M.Si Walikota Adm Jakarta Selatan disela kegiatan tarawih keliling di Masjid Jami Alhikmah Ulujami Pesanggrahan. Selanjutnya Drs. H. Syamsudin Noor, M.Si Walikota Adm Jakarta Selatan mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta dalam upaya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakatnya, sudah berupaya baik itu dibidang kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, infrastruktur.  Telah melakukan aktifitas segala kegiatan guna mencapai kualitas kesejahteraan masyarakat. Misalnya dibidang pendidikan sudah digulirkan untuk Kota Adm Jakarta Selatan ada lima puluh lima ribu lebih Kartu Jakarta Pintar (KJP), hal ini bisa membantu para pelajar untuk mengikuti pendidikan berjenjang SD, SMP, SMA. Begitu pula untuk kesehatan, di Kota Adm Jakarta Selatan ini sudah digulirkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) lebih dari tiga ratus tiga puluh lima ribu yang sudah digulirkan, hal ini dapat membantu warga yang mengalami kesulitan untuk berobat diharapkan dapat terbantu dengan KJS yang sudah diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Inilah suatu aktifitas kegiatan yang diharapkan bisa memotivasi semua masyarakat dalam hal pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Termasuk hal-hal yang menyangkut di bidang penanggulangan banjir pun sedang dilakukan, seperti normalisasi kali pesanggrahan sedang berproses. “Dengan demikian kita berikan stimulan, motivasi dan dorongan aktifitas masjid sebaik-baiknya, mudah-mudahan keimanan dan ketakwaan masyarakat kita, khususnya masyarakat yang ada di lingkup Kel. Ulujami Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan,” ungkapnya. Dan juga disampaikan bahwa kepada pengurus masjid apabila masih membutuhkan dana diharapkan segera mengajukan proposal kepada kami. Mudah-mudahan kami di tingkat kota dapat membantu, walaupun mungkin dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dan bisa lebih menggerakkkan serta memakmurkan aktifitas masyarakat, khususnya di lingkup Masjid Jami Alhikmah Ulujami ini. “Selain itu juga kami berikan bantuan untuk para dhuafa dan anak yatim, diharapkan dapat dipergunakan dengan baik untuk keperluan Ramadhan,” tandasnya.

Selasa, 23 Juli 2013

Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan



Perlu Kerjasama Dalam Membangun Jakarta

Serah terima dan lepas jabatan karena pergantian dan pergerseran pada jabatan dalam lingkungan pemerintah Kota Adm Jakarta Selatan adalah lumrah. Seperti halnya Camat Pesanggrahan Eko Suroyo menggantikan Camat lama Syamsudin Tonde yang Purna Bhakti, Lurah Ulujami Sri Emi Fariza Kartini yang sesuai hasil lelang pindah menjadi Lurah Selong diganti Ratu Dian Cherawati yang semula menjabat Lurah Senayan. Lepas sambut tersebut diselenggarakan belum lama ini sekaligus buka bersama di Ruang Serba Guna Kantor Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan. Dalam sambutannya Camat Pesanggrahan Eko Suroyo mengatakan bahwa sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada camat lama yang telah membangun Kecamatan Pesanggrahan, sehingga mendapat prestasi pada tingkat Provinsi DKI Jakarta. “Mari kita berkerja sama dalam membangun dan meningkatkan kinerja untuk menjadikan Kecamatan Pesanggrahan dan khususnya Kelurahan Ulujami lingkungan yang bersih, indah dan aman,” ujarnya. Sementara itu, Lurah Ulujami Ratu Dian Cherawati sangat terharu dan bahagia kepada masyarakat Kelurahan Ulujami yang dapat menerima dirinya sebagai Lurah Ulujami dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membangun Kelurahan Ulujami, setidak-tidaknya dapat meminimalisir terjadinya banjir. “Tentunya hal itu semua dapat dilaksanakan dengan bersinerginya antara masyarakat dan pemerintah. Mudah-mudahan dengan adanya saling koordinasi yang baik, kita semua dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Bamus Betawi

Lebaran Betawi Jangan Kehilangan Ruh

Sebetulnya “Lebaran Betawi yang selama ini dilaksanakan kesannya terlalu formal. “Suasana dialogisnya gak sampai,” kata H. Zainudin, MSE yang akrab dipanggil Bang Haji Oding itu dengan santai belum lama ini. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa semestinya “Lebaran Betawi” dilaksanakan dengan kegiatan yang bentuk santai, informal dan penuh kekeluargaan. Cuma konsepnya belum ketemu, lagi dimatengin. “Karena “Lebaran Betawi” dalam periode Bamus Betawi kemarin, digelar untuk kepentingan Foke agar terpilih kembali menjadi Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Jadi sifatnya terlalu politis, tetapi kering ideologi karena tidak terencana secara matang,” jelas Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini dengan nada serius. Nah, saya dengar Pak Jokowi akan membuat “Lebaran Betawi” tahun 2013 ini di Monas. “Lebaran Betawi” memang harus direspons oleh Pemprov DKI Jakarta dan pelaksanaannya merakyat. Harus dihindari agenda acara yang terlalu bersifat formalistik dan bisa saja menyebabkan makna “Lebaran Betawi” kehilangan ruh. Sebaiknya kita kumpulkan dalam acara itu, tokoh-tokoh Betawi dari berbagai generasi yang terdiri dari pinisepuh, sesepuh, senior, ilmuwan, budayawan, profesional Betawi. “Semacam acara "Betawi Kongkow". tegas Ketua Umum Bamus Betawi sambil berharap. Mereka berdialog tanpa harus diatur dan diliput secara live. Suguhan makanannya juga semua ciri khas Betawi. Demikian juga dialognya memakai bahasa Betawi. “Wah seru juga tuh,” ungkapnya.

Jumat, 19 Juli 2013

Walikota Administrasi Jakarta Selatan




 Amanat Harus Dijalankan

Disadari sepenuhnya bahwa posisi kedudukan Jakarta Selatan secara geografis posisinya sebagai daerah resapan air serta penyangga untuk air di Jakarta, misalnya di kawasan Kec. Jagakarsa, Kec. Cilandak dan juga Kec. Pasar Minggu. Sebagai implementasi dari apa yang telah digelontorkan oleh Pemprov DKI Jakarta, Pemkot Adm Jakarta Selatan mencoba agar kiranya apa yang diamanatkan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Tentunya tidak terlepas dari dukungan seluruh jajaran Pemkot Adm Jakarta Selatan dan termasuk juga masukan, input serta kritik yang disampaikan oleh rekan-rekan wartawan. “Dalam seminggu, kami melakukan kegiatan yang menyangkut masalah lingkungan yang mnjadi komitmen bersama bagaimana terus berupaya untuk menciptakan wilayah Jakarta Selatan menjadi kota yang nyaman, kota yang memungkinkan masyarakatnya bisa beraktifitas dengan baik,” ungkap  Drs. H. Syamsudin Noor, MSi Walikota Adm Jakarta Selatan disela kegiatan Jumpa Pers Tahun 2013 belum lama ini di Ruang Serba Guna Kantor Walikota Adm Jakarta Selatan. Selain itu Pemprov DKI Jakarta sedang mengupayakan agar masalah banjir dapat teratasi, dengan melakukan proses pengadaan lahan untuk membangun waduk-waduk seperti Waduk Brigif, Waduk Marinir, Waduk Lebak Bbulus, Waduk Feddex, Waduk Mawar. Ada lima titik pembangunan waduk yang diharapkan bisa menjadi penampungan air. “Kami berupaya agar wilayah Kota Adm Jakarta Selatan dalam kondisi yang tetap hijau, dalam kondisi memungkinkannya tumbuh berbagai tanaman yang dapat menghijaukan,” jelasnya.Selanjutnya adalah bagaimana Pemkot Adm Jakarta Selatan ini menjadi kota yang mempunyai karakteristik budaya dengan melauncing brand yaitu menjadikan wilayah Kota Adm Jakarta Selatan sebagai Pusat Perkampungan Budaya Betawi (PBB), sebagai pusat budaya Nasional. Hal ini dilakukan karena melihat potensi yang dimiliki Kota Adm Jakarta Selatan dan tidak dimiliki oleh wilayah lain yang mempunyai korelasi dengan apa yang diarahkan oleh Gubernur Prov DKI Jakarta. Untuk itulah dengan potensi yang ada, misalnya keberadaan Pusat Perkampungan Budaya Betawi (PBB) yang sudah ada payung hukumnya. Dimana berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2005 telah ditetapkan kawasan Setu Babakan sebagai Pusat Perkampungan Budaya Betawi (PBB). “Dengan demikian diharapkan semua itu dapat memberikan suatu dorongan yang  sangat kuat kepada masyarakat Kota Adm Jakarta Selatan untuk bisa mewujudkan Kota Adm Jakarta Selatan sebagai pusat budaya Betawi dengan dukungan dari Unit Instansi yang ada di Pemkot Adm Jakarta Selatan," imbuhnya.

Kamis, 18 Juli 2013

UPT BLK Jakarta Selatan












UPT BLK Asem Baris Jakarta Selatan

Pelatihan kali ini menekankan kepada bagaimana peserta akan diberikan beberapa materi secara berkelompok dengan materi melukis diatas kaos, melukis diatas sepatu, melukis diatas tas, dan melukis diatas selendang. Jadi ada empat materi yang nanti akan diberikan dan tentunya para pengajar nantinya para pengajar  akan memberikan kelompok-kelompok kira-kira mana yang akan diikuti oleh 50 orang peserta dari materi keempat tadi. Diharapkan kepada para peserta sekalian memanfaatkan waktu yang baik ini dan tentunya pelatihan ini jarang sekali diadakan ditempat lain. Jadi kemarin BLK Jakarta Selatan sudah memotori kegiatan pelatihan melukis di atas kaca dan sekarang  juga yang kedua, kami ingin memberikan nuansa lain. Dan tentunya itu juga adalah atas prakarsa daripada Ibu Maya Kepala UPT BLK Jakarta Selatan dan ingin menjadikan  sebagai barometer BLK lain atau pun wilayah lain. Dimana seni rupa ini menjadi seni yang terus maju seperti bidang seni lainnya di tahun-tahun sebelumnya. Jadi hasil pelatihan diatas kaca kemarin ternyata banyak yang tertarik dan mudah-mudahan pelatihan kali ini juga menjadi inspirasi untuk kita semua. Dan mudah-mudahan hasilnya nanti,  akan bisa dimanfaatkan oleh para peserta. Para pengajar adalah seniman yang mumpuni dibidangnya dan pengajar di Universitas ternama seperti IKJ, UNJ, ASRI, yaitu Pak Dani Isman (pelukis senior), Ibu Yati Mahendra (pelukis diatas selendang/baju), Ozi Irwan (pelukis tim), Diki (pelukis/seniman realis, Pak Dadang mantan Kasi pelatihan BLK Jakut, Pak Danil (pelukis realis Jogya), Mas Yudi, Mbak Hana, dan para pelukis lainnya. Pelatihan kali ini menekannkan kepada bagaimana kita akan diberikan beberapa materi secara berkelompok dengan materi melukis diatas kaos, melukis diatas sepatu, melukis diatas tas, dan melukis diatas selendang.

Senin, 01 Juli 2013

H Ashraf Ali





Masyarakat Jakarta Wajib Melestarikan Seni Budaya Betawi

Seni budaya betawi adalah bagian yang terpenting yang harus dibina, dikembangkan, dilestarikan, dan dimanfaatkan. Sebagai warga kota Jakarta, apapun suku dan darimana pun kita berasal bahwa seni budaya Betawi harus terus diperhatikan. DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta seluruh masyarakat kota Jakarta mempunyai kewajiban untuk terus melestarikan seni budaya Betawi. NKRI itu ditopang oleh tiga kaki, pertama budaya, kedua ekonomi dan ketiga pertahanan. Kalau budaya terus diadopsi dari budaya luar yang terus masuk, ini tidak kita lestarikan, saya tidak tahu bagaimana jadinya nanti. Begitu juga mengenai ekonomi kita beberapa tahun ini kurang menggembirakan, yang masih kita percayakan adalah pertahanan. Mudah-mudahan seni budaya terus lestari dan generasi muda harus tahu apa dan bagaimana seni budaya Betawi. Mari kita tumbuh kembangkan dan kita dukung buat semua pihak, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mohon kiranya bisa terus menumbuhkembangkan seni budaya Betawi. Dan mudah-mudahan seni budaya Betawi dapat menjadi inspirasi dan keindahan suasana kota Jakarta ke depan.