Minggu, 23 Desember 2012

Kemenag Jakarta


Pengarusatamaan "gender" Harus Rasional dan Sistematis

(PBS, Jakarta) Pengarusatamaan gender (PUG) adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan "gender" dalam sejumlah aspek kehidupan "manusia" (rumah tangga, masyarakat dan negara), melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. (ziz)

(sumber : kabid pp dan pa bpmpmpkb prov dki jakarta)   

Kemenag Jakarta




Perbedaan Adalah "fitrah" Manusia

(PBS, Jakarta)  Konsep "gender" berawal dari perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Gerakan "gender" bertujuan untuk adanya keadilan dan kesetaraan "gender" antara laki-laki dan perempuan di segala aspek sesuai dengan sifat, peran, pilihan, fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Sedangkan "feminisme" berlatar belakang dari ketertindasan perempuan dan bertujuan mengangkat derajat dan menuntut hak perempuan sama dengan laki-laki (emansipasi perempuan). Fenomena "feminisme-ekstrim" yang kebablasan akan menimbulkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan "gender" karena menindas laki-laki. (ziz)

(sumber : kabid pkpontren kemenag prov dki jakarta)  

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta


Kampoeng Agrowisata Pesanggrahan 

(PBS, Jakarta) Pada tanggal 25 Oktober 2009, RW 06 diresmikan oleh Walikota Jakarta Selatan menjadi Kampoeng Agrowisata Pesanggrahan berkat prakarsa Bapak Thamrin dan restu dari H. Alimin Budiharjo Ketua RW. 06 Kel. Pesanggrahan Kec. Pesanggrahan Jakarta Selatan dengan didukung oleh Lurah, Camat, Dekel, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Kel. Pesanggrahan lainnya. Kawasan RW. 06 bukan real-estate, bukan pula kompleks instansi tertentu, melainkan perumahan yang penduduknya berasal dari berbagai kalangan dengan keadaan sosial yang beragam. Ada yang pensiunan PNS berbagai departemen mulai dari staf sampai pejabat tinggi, kemudian banyak pegawai swasta dan wirausaha, profesional (dokter, konsultan, tukang urut, guru ngaji), pedagang (dari tukang bakso sampai juragan batik), dll. Suasana di sini memang masih seperti di perkampungan yang teduh dan sejuk. Walaupun suasananya perkampungan, terasa nyaman tinggal di sini. Banyak pepohonan, tenang dan sejuk. Kalau pagi sering sekali terdengar kicauan burung, bahkan terkadang siang sampai sore hari juga masih terdengar. Bahkan begitu keluar kamar, dari teras rumah yang terlihat adalah pepohonan. Dan yang jelas bahwa hampir setiap rumah di RW. 06 memiliki minimal 1 pohon, dimana banyak tanaman termasuk pohon buah dan di banyak lokasi terdapat lubang biopori. Masyarakatnya juga aktif, berbagai kegiatan seperti senam setiap minggu pagi, paguyuban pensiunan (yang sering main kroncong), pengajian, marawis ibu-ibu, santunan anak yatim, posyandu, arisan, silat untuk anak dan remaja. Warga Jakarta yang tinggal di kompleks tanpa halaman dan pepohonan bisa sejenak melihat rumah yang banyak hijau di RW. 06. Selain itu, rupanya ada juga tempat jajanan untuk mengisi perut dan menghilangkan rasa haus, ada pecel lele, ayam/bebek goreng, soto ayam, bakso, siomay batagor, sate tegal dan masakan manado, kemudian ada juga bakery dan martabak serta macam-macam es yang segar. Di sana, pengunjung bisa bersantai di kafe jamu dengan nuansa tradisional sambil melihat kebun apotek hidup. Konon tanaman jamu di sini berjumlah lebih dari 100 jenis. Semua jenis tanaman obat tersebut diracik oleh warga RW. 06. Diharapkan kegiatan ini bisa berlanjut dengan baik dan menghasilkan lebih banyak lagi kawasan hijau yang tidak hanya hijau tetapi juga bersih dan bermanfaat, tentunya perlu adanya campur tangan pihak terkait untuk kelangsungan ruang terbuka hijau. (ziz)

Thamrin, Merpati RT. 01/06,Kel. Pesanggrahan, Kec. Pesanggrahan,Jaksel, Telp. 085880481352

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta


Anggrek Pesanggrahan

(PBS, Jakarta)  Berawal dari hobinya dalam merawat  tanaman dipekarangan rumah sejak tahun 1970-an, pada akhirnya di tahun 1996 tercetuslah kegiatan “Budi Daya Anggrek Pesanggrahan”  dengan tujuan untuk bisa berperan serta aktif dalam meningkatkan informasi dan teknologi dalam bidang budi daya tanaman anggrek. Kegiatan yang sering dilakukan adalah pertemuan rutin untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kerjasama antar anggota. (ziz)

Hj. Rosani, Mawar,Telp. 021-99841907