Minggu, 26 Mei 2013

Lenong Bintang Timur




Ringkasan Cerita Lakon Mat Codot-codet

Karya/Sutradara Pauzi Mupid

Produksi VIII Lenong Bintang Timur

Pimpinan Abdul Aziz

Sungguh suatu tragedi tengah terjadi di negeri kita tercinta, di jaman normal ini. Sepertinya kembali ke jaman purba, siapa yang kuat dialah yang menang dan siapa yang kuat dialah yang dapat berbuat apa saja secara semena-mena serta siapa yang kuat dialah raja di raja. Mat Codot yang codet dengan ilmu silatnya yang tanpa tanding tengah menjadi raja di tanah Betawi. Tiada kekuatan senjata yang dapat melukainya apalagi membunuhnya. Tiada kekuatan hukum yang dapat membekuknya dan memenjarakannya. Seperti Codot, di malam hari dia terus merampok, menggarong tak henti. Orang-orang berharta pasrah menunggu giliran kapan Mat Codot menguras harta kekayaannya. Keadaan semakin ruwet dan rumit, ketika pihak NICA berusaha mencari manfaat dari Mat Codot untuk bekerjasama menggempur TRI. Dan begitupun TRI, tak tinggal diam. Tapi seperti kata pepatah "diatas langit ada langit" adalah seorang pemuda bernama Nurhasan yang sudah sekian tahun menuntut ilmu silat yang secara khusus dipelajari, semata-mata untuk menaklukkan Mat Codot.

Mampukah ilmunya Nurhasan melumpuhkan Mat Codot?

Atau dia malah akan menjadi korban Mat Codot, seperti mendiang alm Bapaknya?

Selamat menyaksikan!

Kamis, 23 Mei 2013

Panwaslu Kota Administrasi Jakarta Selatan




Masyarakat Berhak Memantau Penyelenggaraan Pemilu 

Sesuai dengan Undang-Undang No. 15 Tahun 2011 mudah-mudahan penyelenggaraan berjalan baik dan lancar. Dan kegiatan ini akan diselenggarakan diseluruh Panwaslu Kota Administrasi Se Provinsi DKI Jakarta. “Kegiatan ini akan melalui beberapa tahapan, tahapan kali ini tahapan tes tertulis dan tahapan selanjutnya adalah tes wawancara,” kata Ketua Panitia Pelaksana H. Freddy, S.Sos. Dikesempatan yang sama, Pimpinan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Ahmad Fahrudin, M.Si menjelaskan bahwa semua yang hadir ini adalah merupakan salah satu syarat untuk bergabung dalam keluarga besar Panwaslu Tahun 2013 dan ini adalah salah satu jalannya saja karena memang selain secara formal menjadi Panwas bahwa masyarakat seluruhnya berhak menjadi pemantau dan hari ini adalah tahapan kedua setelah lolos seleksi administrasi. Diharapkan kepada yang terpilih kami ucapkan selamat dan tidak mungkin dari 100 orang yang hadir hari ini menjadi Panwascam di 10 Kecamatan karena per Kecamatan sesuai Undang-Undang hanya 3 orang. “Untuk itu persyaratan ini silahkan ini dikerjakan dengan baik dan tentunya kami punya standar nilai karena ini memang tidak bias juga ada subjektifitas dan nanti akan dinilai oleh panitia seleksi minimum kami punya standar minimum nilai 6,” tandasnya. Ketua Panwaslu Kota Administrasi Jakarta Selatan menegaskan bahwa dalam catatan kami, bukan hanya di Kota Administrasi Jakarta Selatan saja, tapi seluruh Provinsi DKI Jakarta jika dibandingkan tes PPK jumlahnya jauh lebih besar dan ini sangat menggembirakan. Hal ini menimbulkan bahwa meskipun dari sisi fasilitasi yang bisa diberikan Panwaslu mungkin relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan KPU, tapi dengan kehadiran dan partisipasi serta motivasi yang luhur, kami optimis bahwa pengawasan Pemilu di Provinsi DKI Jakarta khususnya di Kota Administrasi Jakarta Selatan akan menjadi lebih baik. Dan ini juga menunjukkan bahwa integritas dan kredibilitas Pengawas Pemilu itu. Kalau toh, tidak bisa dikatakan lebih baik, minimal sejajar bila dilihat dari tingkat partsipasi masyarakat dalam tes calon Panwascam. Sebetulnya keinginan kami, semua yang ikut tes ini lulus, tapi karena yang dibutuhkan sesuai Undang-Undang itu hanya 3 orang, maka mau tidak mau paling tidak dari 10 orang per Kecamatan yang mendaftar 7 orang itu tidak lulus. “Sebetulnya itu bukan kemauan kami dan itu tuntutan Undang-Undang, kami mohon ketulusan dari para pendaftar, seaindainya tidak terpilih,” imbuhnya.

Festival Kampung Jakarta















Festival Kampung Jakarta

HASIL PEMETAAN Potensi Sosial Budaya

FESTIVAL KAMPUNG JAKARTA
 RELAWAN PENGGERAK JAKARTA BARU

METODOLOGI

Mendata profil subyek kebudayaan yang melakukan kegiatan seni budaya berbasis komunitas

Mendata subyek kebudayaan yang melakukan upaya pemenuhan ekonomi komunitas

Mendata subyek kebudayaan yang kegiatannya punya kaitan dengan persoalan di Jakarta

Mendata gedung tempat seni budaya

PENGUMPULAN DATA

Data awal dari Suku Dinas Kebudayaan, jaringan RPJB, Internet

Melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner

Jumlah (40 KECAMATAN – 183 kelurahan)

Kelurahan Kramat Pela




Kita boleh berbeda, namun satu dalam mencapai tujuan

Kita boleh berbeda, namun satu dalam sanubari nan dalam

Pedomani Pancasila sebagai ideologi Negara

Yang mempersatukan kita dalam kehidupan

Bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

BKPRMI


Bagaimana negeri ini bisa selamat dari jeratan narkoba yang terus menggerogoti seantero negeri. Intinya kita harus sama-sama menjauhi narkoba, karena akan merusak organ tubuh dan menggagalkan peran generasi muda menjadi generasi imtaq dan iptek. Terutama terhadap remaja masjid, karena remaja masjid adalah ujung tombak dakwah di tengah-tengah masyarakat melalui masjid. Bukan hanya dakwah keagamaan, tapi juga bagaimana menguatkan ekonomi, politik, sosial dan budaya masyarakat. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang lebih baik dari manusia lainnya. Negeri ini kini telah terjangkiti virus narkoba dan koruptor, maka sudah saatnyalah masjid menjadi benteng umat untuk meminimalisir virus tersebut agar tak terus mengganas. Oleh karena itu, remaja masjid harus menjadi  pionir dalam hal ini. Karena ini adalah musuh bangsa yang harus segera kita lawan secara bersama-sama. Mudah-mudahan dengan kita bersama akan menjadikan NKRI yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Amiin