Jumat, 08 Februari 2013

Topeng Blantek Budaya Masyarakat Betawi

Topeng Blantek merupakan hasil budaya dari masyarakat Betawi pada jaman penjajahan. Topeng Blantek tersebut ada karena masyarakat Betawi mempunyai sesuatu budaya yang dapat menjadi simbol kesukuannya. Namun, seni budaya masyarakat Betawi banyak jumlahnya, tapi tidak menyurutkan ciri khas Topeng Blantek. Topeng Blantek sendiri merupakan “hyper realitas” dari budaya masyarakat Betawi. Topeng Blantek merupakan implementasi dari kehidupan masyarakat Betawi yang menjadi bagian dari seni budaya Betawi dan ini menunjukkan bahwa eksistensi seni budaya Betawi masih dapat bertahan. Topeng Blantek pada setiap pertunjukannya memiliki makna-makna yang terkandung didalamnya. Makna tersebut pada umumnya adalah sebuah pesan moral yang disampaikan dan diinformasikan kepada masyarakat luas. Makna dan pesan moral yang disampaikan mengandung nilai-nilai positif. Akan tetapi yang terpenting bahwa Topeng Blantek masih ada dan tetap eksis di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat Betawi ingin segala tindakan ataupun pemikiran harus terus maju dan berorientasi pada pengembangan kedepan.

Topeng Blantek Bernilai Positif


Para seniman Topeng Blantek menginginkan bahwa secara tidak langsung memberikan nilai-nilai positif dalam kehidupan masyarakat dalam bentuk pertunjukan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya sebatas mengetahui Topeng Blantek saja, tapi terlebih kepada nilai-nilai yang terkandung pada setiap pertunjukan Topeng Blantek. Namun, pada kenyataannya kini Topeng Blantek keberadaannya telah lama redup dan bahkan hampi punah. Pola pendidikan yang terbentuk melalui pertunjukan Topeng Blantek disampaikan secara universal dan memiliki banyak manfaat, baik itu bagi diri sendiri maupun masyarakat. Aspek moral, agama dan sosiologis adalah tiga hal penting yang harus dijalankan. Pembentukan pola tersebut dapat terjadi pada saat masyarakat melihat dan memahami isi cerita pertunjukan Topeng Blantek. Ditambah lagi bahwa keberadaan peran Jantuk yang memberikan keterangan intisari cerita mulai dari awal dan akhir pertunjukan serta memberikan sebuah solusi. Intisari cerita pada setiap pertunjukan Topeng Blantek merupakan bentuk dari nilai-nilai dasar kehidupan masyarakat

Topeng Dan Blantek

Mulanya Topeng Blantek berasal dari kesenian tradisi Betawi Topeng dan Blantek. Topeng merupakan kesenian tradisi Betawi yang menggunakan Topeng dengan musik pengiring gamelan. Ceritanya legenda masyarakat Betawi yang menonjolkan kejawaraan dan kepahlawanan. Disebut Topeng karena tokoh pada saat itu menggunakan Topeng dan pembukaannya dimulai dengan Tari Topeng yang bertujuan untuk mengumpulkan penoton. Namun Blantek merupakan permainan rakyat anak pengangon setiap waktu istirahat mereka berdialog menirukan Toniel dan digelar tanpa panggung, gamelan, tapi menggunakan music mulut serta alat perabotan seadanya. Namun seiring dengan berkembangnya Teater Tradisi Betawi, maka Topeng dan Blantek menjadi satu kesatuan yang utuh dan kini disebut Topeng Blantek, yakni perpaduan Topeng dan Blantek.

Kesbangpol Jakarta Selatan Sinergikan Program

Diharapkan kepada Pengurus DPD BKPRMI Jakarta Selatan dapat meningkatkan kerjasama dan bersinergi dalam melaksanakan program-program kerja, berdampingan dengan program-program pembangunan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dalam perkembangan masyarakat yang sangat dinamis akibat dari globalisasi dan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, saat ini kita merasakan terjadinya krisis jati diri (identitas), kemerosotan moral dan akhlak, nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan dan keramah-tamahan sosial yang pernah dianggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia, bersamaan dengan semakin merosotnya nilai-nilai materialisme. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengharapkan gerakan pembaharuan organisasi DPD BKPRMI Jakarta Selatan yang merupakan organisasi besar di Indonesia dan sebagai asset bangsa, mampu memberikan kontribusi positif untuk terus menumbuhkan kebanggaan jati diri bangsa di kalangan masyarakat Jakarta Selatan. Jakarta Selatan merupakan Kota Administrasi yang menjanjikan kehidupan yang nyaman dan sejahtera untuk semua. Banyak hal yang telah diperbuat oleh pemerintah dan masyarakat Jakarta Selatan, diantaranya menggerakkan masyarakat untuk menanam pohon-pohon produktif sebagai upaya dan antisipasi dari pemanasan global dan penanaman pohon sudah 100.000 lebih di program Jakarta Clean City, pembangunan rumah multi fungsi PKK sebagai sarana pembinaan bagi lingkungan dan upaya peningkatan mutu kesehatan masyarakat, program bedah rumah dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan rumah layak huni bagi masyarakat miskin yang ada di Jakarta Selatan. Masih banyak lagi program-program yang dijalankan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Semua itu merupakan adanya komitmen, kebersamaan yang merupakan kata kunci dan kepemimpinan adalah jawaban terhadap setiap tantangan disertai dengan tata kelola pemerintah yang baik sebagai pola penyelesaian dari berbagai permasalahan yang timbul di Provinsi DKI Jakarta dan khususnya di Kota Administrasi Jakarta Selatan..

Buruh Dan Rakyat




Buruh, petani, nelayan, guru menyatukan hati dan pandangan pasti bangsa maju serta kini saatnya kita bergerak menuju perubahan untuk Indonesia. Welfare State adalah tujuan utama bangsa yang terpatri di dalam Pancasila, yakni sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan sila kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kedua sila tersebut adalah landasan perjuangan buruh yang harus terus ditancapkan kedalam lubuk hati terdalam untuk menetapkan nasib buruh kedepan. Bukan hanya aksi, tapi reaksi dengan terus melakukan dengar pendapat buah pikiran-pikiran serikat buruh lainnya. Inti perjuangan buruh tetap pada isu nasional, yaitu jaminan sosial (kesehatan), jaminan sosial (pensiun), jaminan sosial (upah regional). Manusia selalu menghadapi kondisi ang selalu beubah, tetapi hal itu sangat diperlukan inovasi yang selama ini disalah artikan, seperti contoh misalnya pengembangan bahan bahar minyak menjadi listrik. Untuk itu sangat diperlukan pemimpin yang benar dan berani dalam memperjuangkan nasib para buruh dan untuk mencapai itu semua harus ada sinergi antara politik, pengusaha dan serikat buruh, terutama sekali dalam masalah sistem pengupahan. Dalam memperjuangkan hal tersebut jangan hanya mengandalkan kekuatan dari serikat buruh saja, tetapi harus menguatkan kekuatan politik serikat buruh dan paling tidak diharapkan bahwa kader serikat buruh untuk naik menjadi pemimpin bangsa.