Diperlukan Penanaman Bela Negara dan HAM Sejak Dini Kepada Masyarakat
Kegiatan Work Shop Identifikasi Serta
Pencegahan Pelanggaran HAM di Perkotaan ini adalah program Kantor Kesatuan
Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2013
yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan HAM dengan melalui langkah kebijakan
HAM di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Demikian dikemukakan Indra
Yuswar Kasubdit Pengembangan Demokrasi dan HAM sekaligus Pelaksana Kegiatan
yang baru saja dilantik sebagai Kasubdit Kewaspadaan, belum lama ini disela
kegiatan Workshop Identifikasi HAM di Evergreen, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa
Barat. Turut hadir Rustam Effendi Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan,
Tafdil Ka Kesbangpol Jakarta Selatan, Firdaus Turmudzi Dewan Kota Jakarta
Selatan, I Ketut Sudarsana Kasubbag Kumbag Sumda Polres Jakarta Selatan, dan
para peserta pengurus Perkumpulan Rukun Warga Rukun Tetangga (Perwata) dan
pengurus Organisasi Masyarakat dan Kepemudaan Se Jakarta Selatan. Dijelaskannya
bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan metode diskusi, ceramah, dan permainan
(out door) selama tiga hari dalam rangka mencari solusi penanganan pelanggaran
HAM yang marak terjadi akhir-akhir ini, khususnya di wilayah Jakarta Selatan. “Oleh
karena itu sangat diperlukannya penanaman kecintaan bela Negara dan pengetahuan
HAM sejak dini, sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dan meminimalisir pelanggaran
HAM di wilayah masing-masing.” jelasnya. Selain itu, penyamaan
visi, persepsi dan penafsiran segenap komponen masyarakat sangat perlu diupayakan dalam rangka mewujudkan ketertiban dan ketaatan berdasarkan
peraturan hukum yang berlaku. "Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya akan terbentuk sikap
dan prilaku yang saling menghargai hak-hak orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bertanegara.” tegasnya. Dikesempatan yang sama Suranto
PW Ketua Perwata Jakarta Selatan mengatakan bahwa maju-mundurnya penegakkan HAM sangat bergantung pada tingkat peran serta
masyarakat. Semakin masyarakat aktif berpartisipasi dalam penegakkan HAM,
kondisi HAM semakin baik. Sebaliknya, semakin pasif masyarakat, kondisi HAM
semakin memburuk. “Selain itu peran serta organisasi masyarakat seperti Perwata yang notabene anggotanya adalah
para ketua RT dan RW ini juga dibutuhkan kesediaan untuk melibatkan diri secara aktif dalam mensosialisasikan pentingnya pengetahuan tentang HAM
ditengah-tengah masyarakat yang dipimpinnya.” imbuhnya. (ziz)
(Sumber : Kegiatan Work Shop Identifikasi HAM, Kesbangpol, Jaksel, Evergreen, Cisarua, Puncak, Bogor, 13-15/11/13)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar