Sebetulnya “Lebaran Betawi yang selama ini dilaksanakan kesannya terlalu formal. “Suasana dialogisnya gak sampai,” kata H. Zainudin, MSE yang akrab dipanggil Bang Haji Oding itu dengan santai belum lama ini. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa semestinya “Lebaran Betawi” dilaksanakan dengan kegiatan yang bentuk santai, informal dan penuh kekeluargaan. Cuma konsepnya belum ketemu, lagi dimatengin. “Karena “Lebaran Betawi” dalam periode Bamus Betawi kemarin, digelar untuk kepentingan Foke agar terpilih kembali menjadi Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Jadi sifatnya terlalu politis, tetapi kering ideologi karena tidak terencana secara matang,” jelas Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini dengan nada serius. Nah, saya dengar Pak Jokowi akan membuat “Lebaran Betawi” tahun 2013 ini di Monas. “Lebaran Betawi” memang harus direspons oleh Pemprov DKI Jakarta dan pelaksanaannya merakyat. Harus dihindari agenda acara yang terlalu bersifat formalistik dan bisa saja menyebabkan makna “Lebaran Betawi” kehilangan ruh. Sebaiknya kita kumpulkan dalam acara itu, tokoh-tokoh Betawi dari berbagai generasi yang terdiri dari pinisepuh, sesepuh, senior, ilmuwan, budayawan, profesional Betawi. “Semacam acara "Betawi Kongkow". tegas Ketua Umum Bamus Betawi sambil berharap. Mereka berdialog tanpa harus diatur dan diliput secara live. Suguhan makanannya juga semua ciri khas Betawi. Demikian juga dialognya memakai bahasa Betawi. “Wah seru juga tuh,” ungkapnya.
(Silat Aliran Sabeni Tenabang, Zapin, Topeng Blantek SMKN 13 Jakbar)
Selasa, 23 Juli 2013
Bamus Betawi
Sebetulnya “Lebaran Betawi yang selama ini dilaksanakan kesannya terlalu formal. “Suasana dialogisnya gak sampai,” kata H. Zainudin, MSE yang akrab dipanggil Bang Haji Oding itu dengan santai belum lama ini. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa semestinya “Lebaran Betawi” dilaksanakan dengan kegiatan yang bentuk santai, informal dan penuh kekeluargaan. Cuma konsepnya belum ketemu, lagi dimatengin. “Karena “Lebaran Betawi” dalam periode Bamus Betawi kemarin, digelar untuk kepentingan Foke agar terpilih kembali menjadi Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Jadi sifatnya terlalu politis, tetapi kering ideologi karena tidak terencana secara matang,” jelas Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini dengan nada serius. Nah, saya dengar Pak Jokowi akan membuat “Lebaran Betawi” tahun 2013 ini di Monas. “Lebaran Betawi” memang harus direspons oleh Pemprov DKI Jakarta dan pelaksanaannya merakyat. Harus dihindari agenda acara yang terlalu bersifat formalistik dan bisa saja menyebabkan makna “Lebaran Betawi” kehilangan ruh. Sebaiknya kita kumpulkan dalam acara itu, tokoh-tokoh Betawi dari berbagai generasi yang terdiri dari pinisepuh, sesepuh, senior, ilmuwan, budayawan, profesional Betawi. “Semacam acara "Betawi Kongkow". tegas Ketua Umum Bamus Betawi sambil berharap. Mereka berdialog tanpa harus diatur dan diliput secara live. Suguhan makanannya juga semua ciri khas Betawi. Demikian juga dialognya memakai bahasa Betawi. “Wah seru juga tuh,” ungkapnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar