Selasa, 04 Juni 2013

Lenong Bintang Timur




Ringkasan Cerita 

Lakon Gara-Gara Raja Blunder

Karya/Sutradara Rik A Sakri

Produksi Perdana Lenong Bintang Timur

Pimpinan Abdul Aziz 

Tahun ini terasa aneh. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap ulang tahun Raja selalu merayakannya dengan kemewahan. Tapi tahun ini tidak ada lampion, tidak ada umbul-umbul, tidak ada kemeriahan dimana-mana. Seluruh penghuni Istana merasakan keanehan dan kesepian itu juga. Berbagai cara sudah diusahakan demi menghibur Sang Raja, tetapi semua menjadi sis-sia. Sang Raja tetap murung memikirkan mimpinya. Ahli Nujum pun diundang ke Istana guna meramalkan mimpi Sang Raja. Tapi apa daya? Sang Raja tetap pada pendiriannya untuk membuat Undang-Undang yang menurutnya perlu, bahkan wajib untuk dilaksanakan, untuk menunjukkan kewibawaaan seorang Raja. Dan rakyat pun berontak, menolak Undang-Undang Sang Raja, sehingga banyak korban demi memenuhi keinginan dan hasrat Sang Raja. Begitu pula para penghuni Istana, Permaisuri, Perdana Menteri, bahkan Raja sendiri menjadi korban produk Undang-Undang “keblinger” yang dibuatnya itu. Harapan datang dari seorang Saleh yang dengan keinginan tulusnya mencoba menyadarkan Sang Raja. Dapatkah Saleh menyadarkan Sang Raja? Akankah Saleh menjadi korban?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar