Ringkasan Cerita
Lakon Gara-Gara Raja Blunder
Karya/Sutradara Rik A Sakri
Produksi Perdana Lenong Bintang Timur
Pimpinan Abdul Aziz
Tahun ini terasa aneh. Tidak
seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap ulang tahun Raja selalu merayakannya
dengan kemewahan. Tapi tahun ini tidak ada lampion, tidak ada umbul-umbul,
tidak ada kemeriahan dimana-mana. Seluruh penghuni Istana merasakan keanehan
dan kesepian itu juga. Berbagai cara sudah diusahakan demi menghibur Sang Raja,
tetapi semua menjadi sis-sia. Sang Raja tetap murung memikirkan mimpinya. Ahli
Nujum pun diundang ke Istana guna meramalkan mimpi Sang Raja. Tapi apa daya?
Sang Raja tetap pada pendiriannya untuk membuat Undang-Undang yang menurutnya
perlu, bahkan wajib untuk dilaksanakan, untuk menunjukkan kewibawaaan seorang
Raja. Dan rakyat pun berontak, menolak Undang-Undang Sang Raja, sehingga banyak
korban demi memenuhi keinginan dan hasrat Sang Raja. Begitu pula para penghuni
Istana, Permaisuri, Perdana Menteri, bahkan Raja sendiri menjadi korban produk
Undang-Undang “keblinger” yang dibuatnya itu. Harapan datang dari seorang Saleh
yang dengan keinginan tulusnya mencoba menyadarkan Sang Raja. Dapatkah Saleh
menyadarkan Sang Raja? Akankah Saleh menjadi korban?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar